Menjauhi Sifat-Sifat Orang Munafik
20th September 2015

Menjauhi Sifat-Sifat Orang Munafik

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : « أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقاً خَالِصاً ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ، وَإِذا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Dari Abdullah bin ‘Amr, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Empat perkara yang jika semua itu ada padanya, maka ia menjadi munafik sejati. Tetapi, apabila hanya ada salah satunya saja, maka ada perkara kemunafikan pada dirinya sampai ia meninggalkannya, yaitu: Apabila dipercaya khianat, apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila bertengkar berbuat jahat.” (HR. Bukhari dan Muslim)