Belajar Islam

Hadits-Hadits Seputar Nishfu Sya'ban

Hadits-Hadits Seputar Nishfu Sya'ban

Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan keutamaan nisfu syaban. Ada yang shahih, ada yang dhaif, bahkan ada yang palsu. Berikut beberapa hadis tentang nisfu syaban yang tenar di masyarakat; Pertama, إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ

Hadits Lemah Tentang Ziarah Kubur Berpahala Haji

Hadits Lemah Tentang Ziarah Kubur Berpahala Haji

Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc قَالَ أَبُو أَحْمَدَ بْنُ عَدِيٍّ رَحِمَهُ اللهُ : ثنا أَحْمَدُ بْنُ حَفْصٍ السَّعْدِيُّ ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الْوَزْدُولِيُّ ، ثنا خَاقَانُ بْنُ الأَهْتَمِ السَّعْدِيُّ ، ثنا أَبُو مُقَاتِلٍ السَّمَرْقَنْدِيُّ ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ، عَنْ نَافِعٍ ،

Hadits Palsu Menziarahi dan Membaca Surat Yasin di Kuburan Orang Tua pada hari Jumat

Hadits Palsu Menziarahi dan Membaca Surat Yasin di Kuburan Orang Tua pada hari Jumat

Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc Disebutkan sebagai hadits riwayat berikut: Hadits Pertama قَالَ أَبُو أَحْمَدَ بْنُ عَدِيٍّ رَحِمَهُ اللهُ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الضَّحَّاكِ بْنِ عَمْرِو بْنِ أََبِي عَاصِمِ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ خَالِدٍ الأَصْبَهَانِيُّ ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زِيَادَ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Ziarah Kubur Orang Tua Pada Hari Jumat

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Ziarah Kubur Orang Tua Pada Hari Jumat

Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc قاَلَ الطَّبْرَانِيُّ رَحِمَهُ اللهُ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ النُّعْمَانِ بْنِ شِبْلٍ ، قَالَ : حَدَّثَنِي أَبِي ، قَالَ : حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَمِّ أَبِي ، عَنْ يَحْيَى بْنِ الْعَلاءِ الرَّازِيِّ ،

Hadits Dhaif Seputar Kurban

Hadits Dhaif Kurban Menjadi Tunggangan Shirath

Hadits dhaif dalam masalah kurban: إِسْتَفْرِهُوْا, فَإِنَّهَا مَطَايَا كُمْ عَلَى اصِّراطِ “Baguskanlah hewan kurban kalian karena itu tunggangan kalian di atas shirath” Hadits ini dhaif sekali, di dalam sanadnya ada perawi yang bernama Yahya bin Ubaidillah bin Abdillah bin Mauhab al Madani, dia bukan seorang tsiqah