Belajar Islam

Muslim sabiqun bil-khairat

Muslim sabiqun bil-khairat

Allah Ta'ala Berfirman: ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ Terjemah: Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang

“Apa agama para nabi?”

“Apa agama para nabi?”

Apakah agama para nabi dan rasul? “Agama para Nabi semuanya adalah satu yaitu Islam sedangkan syari’at mereka berbeda-beda. Hal ini, karena Islam apabila diartikan secara umum adalah beribadah hanya kepada Allah Ta’ala dan menjauhi sesembahan selain Allah sesuai syari’at rasul yang diutus. Oleh karena itulah, bahwa

“Amalan apa yang paling utama setelah syahadat?”

“Amalan apa yang paling utama setelah syahadat?”

“Amalan yang paling utama setelah syahadat adalah shalat lima waktu. Shalat memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, ia adalah tiang Islam, pemisah antara seseorang dengan kekufuran, juga sebagai wasiyat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terakhir kepada umatnya. Dengan syahadat, shalat, dan zakat, maka darah seseorang dan

Niat & Kedudukannya dalam Amalan

Niat & Kedudukannya dalam Amalan

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah

“Apa makna “Laaailaahaillallah” & “Muhammad Rasulullah”?”

Makna “Laaailaahaillallah” & “Muhammad Rasulullah”?”

“Maknanya adalah “Laaa ma’buuda bihaqqin illallah” artinya “Tidak ada tuhan yang berhak disembah/diibadahi kecuali Allah.” Hal ini menghendaki kita hanya beribadah kepada-Nya dan meniadakan sesembahan selain-Nya. Sedangkan makna Muhammad Rasulullah adalah meyakini dan mengakui bahwa Muhammad adalah benar-benar utusan Allah, yang menghendaki kita menaati perintahnya, menjauhi larangannya, membenarkan

“Apa maksud ihsan dalam beribadah?”

“Apa maksud ihsan dalam beribadah?”

“Maksudnya adalah kita beribadah dengan merasakan pengawasan Allah kepada kita, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ “(Ihsan adalah) kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak merasakan begitu, maka ketahuilah bahwa

“Apa manfaat tauhid bagi kita?”

“Apa manfaat tauhid bagi kita?”

“Manfaat-Nya banyak sekali, di antaranya adalah mendapatkan petunjuk dalam menjalani hidup di dunia dan mendapatkan keamanan di akhirat nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan

Pentingnya memahami Al Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat

Pentingnya memahami Al Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat

Sebagaimana kita ketahui bahwa para sahabat adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (lihat Al Quran surah Az Zumar: 18) dan sebagai orang-orang yang diridhai Allah (QS. At Taubah: 100), maka kita diperintahkan mengikuti jejak mereka (QS. An Nisaa’: 115); mengikuti juga bagaimana mereka memahami Al Qur’an dan Hadits. Apalagi di

“Apa manhaj (jalan yang ditempuh) seorang muslim dalam menjalankan ibadah?”

“Apa manhaj (jalan yang ditempuh) seorang muslim dalam menjalankan ibadah?”

“Manhajnya adalah I’tidal (tengah-tengah) antara sikap tasaahul/takaasul (meremehkan atau bermalas-malasan) dan tasyaddud/ghuluw (mempersempit keluasan Islam atau melewati aturan yang ditetapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an, فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar,

Bimbingan Idul Fitri

Bimbingan Idul Fitri

Lebaran adalah hari yang tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin dibolehkan kembali makan dan minum di siang hari setelah satu bulan penuh berpuasa. Namun, jika kita tinjau perayaan lebaran (’Iedul Fitri) yang telah kita laksanakan, sudah