Ucapkanlah Salam di Awal Pembicaraan Walaupun Menggunakan Gadget
19th August 2016

Ucapkanlah Salam di Awal Pembicaraan Walaupun Menggunakan Gadget

HP, Tablet, dan gadget sejenis merupakan nikmat Allah yang harus kita bersyukur dengannya. Agar nikmat gadget tersebut menjadikan kita hambaNya yang bersyukur dan selamat dari perbuatan kufur, maka perlu ditelaah bagaimana bimbingan syariat Islam dalam memanfaatkan gadget tersebut.

Sebagian manusia telah terbiasa ketika membuka percakapan dalam telepon (salam pembuka) dengan kata ‘Hallo‘. Asal kata ini adalah dari bahasa Inggris, sehingga dari sini mereka telah terjatuh kepada sikap taklid kepada dunia Barat.

Sebagian yang lain menjadikan salam pembuka di antara mereka dalam bentuk celaan, caci makian, dan saling melaknat. Mereka tidaklah menempuh kecuali kebiasaan seperti ini. Kemudian jika telah selesai dari percakapannya ditutup dengan kalimat ‘sampai jumpa ‘ atau ‘bye bye‘.

Ini semua merupakan bentuk penyelisihan terhadap tuntunan yang diajarkan oleh Islam, yaitu mengucapkan salam dan senantiasa menjaganya, baik ketika memulai (berjumpa) maupun mengakhirinya (berpisah). Allah Ta'ala berfirman yang terjemahnya:

Maka apabila kalian memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kalian memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi barakah lagi baik.” (An-Nur: 61)

Syariat salam juga telah disabdakan Nabi yang mulia Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sebagaimana riwayat dari Imran bin Hushain, dia berkata:

Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kemudian mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum.” Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun menjawab salamnya. Kemudian orang tadi duduk dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun mengatakan: “Sepuluh.” Kemudian datang orang yang berikutnya dan mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum warahmatullah.” Maka Nabi pun menjawab salamnya. Orang tadi lalu duduk dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun mengatakan: “Dua puluh.” Kemudian datang orang yang berikutnya dan mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Nabi pun menjawab salamnya. Kemudian orang tadi duduk dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun mengatakan: “Tiga puluh.
(HR. Ahmad no. 19109, Abu Dawud no. 5195, At-Tirmidzi no. 2689, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5195 dan Shahih At-Tirmidzi no. 2689)

Riwayat lainnya dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى مَجْلِسٍ فَلْيُسَلِّمْ فَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يَجْلِسَ فَلْيَجْلِسْ، ثُمَّ إِذَا قَامَ فَلْيُسَلِّمْ، فَلَيْسَتِ الْأُولَى أَحَقُّ مِنَ الْآخِرَةِ

Jika salah seorang dari kalian sampai di suatu majelis, maka ucakanlah salam. Jika dipersilakan baginya untuk duduk, maka duduklah. Kemudian jika hendak berdiri (pergi) dari majelis tersebut, ucapkanlah salam. Yang pertama tadi tidaklah lebih berhak daripada yang terakhir.” (HR. Ahmad, Abu Dawud no. 5208, Ibnu Hibban, Al-Hakim. Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam Ash-Shahihul Jami’ hadits no. 400: “Shahih.” Demikian juga dalam As-Silsilah Ash-Shahihah pada hadits no. 183)

Semoga ucapan salam senantiasa kita gunakan ketika memulai dan mengakhiri pembicaraan apakah itu pembicaraan langsung ataupun menggunakan media elekronik.

Allahu A'lam


diadaptasi dengan beberapa pengurangan dan penambahan dari artikel pada link:
http://www.darussalaf.or.id/fiqih/adab-adab-menggunakan-hp-1-3/?fdx_switcher=true