Larangan Memperjualbelikan Minuman Memabukkan
09th January 2018

Larangan Memperjualbelikan Minuman Memabukkan

Khamr atau minuman memabukkan haram untuk diperjualbelikan. Banyak riwayat yang menjelaskan haramnya jual-beli khamr, diantaranya sbb:

dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'ahuma, ia berkata:

لَمَّا نَزَلَتْ آيَاتُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ عَنْ آخِرِهَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ حُرِّمَتِ التِّجَارَةُ فِي الْخَمْرِ.

Tatkala turun ayat-ayat surat Al-Baqarah…., Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar seraya bersabda, ‘Telah diharamkan perdagangan khamr.’” [Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IV/417, no. 2226), Shahiih Muslim (III/ 1206, no. 1580), Sunan Abi Dawud (IX/380, no. 3473), Sunan an-Nasa-i (VII/ 308)]

إن الله إذا حرم شيئا حرم ثمنه

Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sesuatu maka Dia mengharamkan memperjualbelikannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

لعن صلى الله عليه وسلم الخمر وشاربها وبائعها ومشتريها وحاملها والمحمولة إليه وآكل ثمنها وعاصرها ومعتصرها

Nabi melaknat khamr, peminumnya, penjualnya, pembelinya (meski tidak meminumnya, pen.), orang yang menyuguhkannya, orang yang pesan khamr (meski tidak minum, pen.), pemakan hasil jual belinya, pembuatnya (baca: buruh pabrik khamr) dan orang yang memerintahkan pembuatannya (baca: pemilik pabrik khamr). (HR. Muslim dll).

An Nawawi Asy Syafii mengatakan,

Menjual khamr adalah transaksi yang tidak sah baik penjualnya adalah muslim ataupun non muslim. Demikian pula meski penjual dan pembelinya non muslim ataupun seorang muslim mewakilkan kepada non muslim agar non muslim tersebut membelikan khamr untuk si muslim. Transaksi jual beli dalam semua kasus di atas adalah transaksi jual beli yang tidak sah tanpa ada perselisihan di antara para ulama syafi’iyyah.

Jual beli khamr ataupun memproduksinya dan semisalnya adalah suatu hal yang hukumnya haram dilakukan non muslim sebagaimana haram dilakukan oleh muslim. Demikianlah Mazhab Syafi’i.

(Majmu Syarh Muhadzdzab, 9:227, Syamilah).

Semoga bermanfaat.