Menjaga lisan dan tangannya dari mengganggu saudaranya
19th September 2015

Menjaga lisan dan tangannya dari mengganggu saudaranya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Orang muslim adalah orang yang dapat membuat kaum muslim lainnya aman dari gangguan lisan dan tangannya. Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah. “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa seseorang yang mempunyai iman yang sempurna ialah jika manusia merasa aman dari gangguannya. Karena sesungguhnya iman, jika ia telah tinggal di dalam hati dan memenuhinya, maka ia akan mendorong pemiliknya untuk melaksanakan hak-hak iman.

Di antara hak-hak iman yang paling penting adalah: Menjaga amanah, jujur dalam bermuamalah, dan menahan diri dari berbuat zholim terhadap manusia dalam perkara darah dan harta mereka. Jika dia telah melaksankan hal-hal tersebut, maka dengan hal itulah orang-orang akan mengenal kebaikan-kebaikannya tersebut, sehingga mereka pun akan merasa aman (karena merasa tidak akan di ganggu) darah dan harta mereka.

Darah dan harta seseorang bisa terganggu keamanannya akibat gangguan lisan dan tangan dari orang lainnya. Oleh karena hendaklah seorang muslim senantiasa menjaga lisan dan tangannya. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه

Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat.”

Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau (Umar bin abdul Aziz). Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Semoga kita terhindar dari kejahatan lisan dan tangan orang lain.


@IMS 1/1438H