Motivasi untuk berDzikr Setelah Shalat
05th April 2016

Motivasi untuk berDzikr Setelah Shalat

الحمد لله والصلاة والسلام على من لانبي بعده اما بعد

Setelah shalat kita dianjurkan berdzikr. Demikianlah yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun sangat disayangkan, masih ada saudara kita kaum muslimin dalam hal ini yang meremehkannya atau melampaui batas.

Meremehkan di sini adalah dengan biasa meninggalkannya atau meninggalkannya secara keseluruhan (tanpa membacanya) meskipun sedikit. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا

“Janganlah sekali-kali kamu meremehkan perkara yang ma’ruf.” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi)

Sedangkan melampaui batas, maksudnya adalah membaca dzikr setelah shalat namun tidak sesuai yang dibaca atau diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga mereka terjatuh ke dalam bid’ah (sesuatu yang diada-adakan), padahal syarat diterimanya ibadah adalah harus sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di samping niat yang ikhlas. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ اَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengerjakan amalan (ibadah) yang tidak kami perintahkan, maka amalan itu tertolak.” [HR. Muslim]

Kita dapat menyaksikan dzikr yang bermacam-macam yang dilakukan kaum muslimin. Jika kita mendatangi satu daerah, kita temukan dzikr mereka seperti ini, kemudian kita datangi daerah yang lain, dzikr mereka seperti itu, padahal Nabi umat ini hanya satu, tetapi anehnya bacaannya bisa beraneka macam dalam jumlah yang banyak. Seharusnya, karena Nabinya hanya satu, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam; rasul terakhir, maka perbedaannya tidak begitu banyak; tidak seperti yang kita lihat. Ini menunjukkan bahwa bid’ah dapat memecah belah kaum muslimin.

Dalam risalah ini, insya Allah, kami sebutkan dzikr yang sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meskipun masih ada lagi dzikr yang datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selain yang disebutkan di bawah ini. Syaikh Masyhur bin Hasan berkata, “Walhasil, sebagian dzikr yang datang (dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) setelah shalat ada bermacam-macam, maka yang mana saja dia pakai, ia telah berbuat baik, namun yang lebih utama adalah membaca sesekali yang ini dan sesekali yang itu.” Semoga risalah ini bermanfaat. Allahumma Aamin.


Marwan bin Musa

Maraji’: Al Maktabatusy Syaamilah, Buluughul Maram (Al Hafizh Ibnu Hajar Al ’Asqalani), Hishnul Muslim (Dr. Sa’id Al Qahthani), Al Adzkaar (Imam Nawawi), Al Qaulul Mubiin (Syaikh Masyhur Hasan Salman), Shahiul Jaami’ (Syaikh Al Albani), Fiqhus Sunnah (Syaikh As Sayyid Saabiq), Al Umm (Imam Syafi’i) dll.