Hukum Penukaran Uang Receh Sebelum Lebaran
19th June 2017

Hukum Penukaran Uang Receh Sebelum Lebaran

Dalam kajian ekonomi islam, kita diperkenalkan dengan istilah barang ribawi (ashnaf ribawiyah). Dan barang ribawi itu ada 6: emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma, dan garam.

Keenam benda ribawi ini disebutkan dalam hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, korma ditukar dengan korma, garam dibarter dengan garam, maka takarannya harus sama dan tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai (HR. Muslim 4147).

Tukar Menukar Uang Receh

Hukum tukar menukar uang receh yang sejenis asalnya dibolehkan selama dilakukan secara tunai dan sama nilainya. Namun kebanyakan Tukar menukar uang receh yang menjadi tradisi di masyarakat ada kelebihannya dan ini termasuk riba. Misal Rp 100rb ditukar dengan pecahan Rp 5rb namun jumlahnya hanya Rp 90rb atau Rp 95rb. Maka transaksi ini termasuk riba. Karena berarti tidak sama, meskipun dilakukan secara tunai.

Karena rupiah yang ditukar dengan rupiah, tergolong tukar menukar yang sejenis, syaratnya 2: sama nilai dan tunai. Jika ada tambahan, hukumnya riba.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,

فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

Siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan transaksi riba. Baik yang mengambil maupun yang memberinya sama-sama berada dalam dosa."

Apapun sudut pandang pembenaran ini seperti kelebihan itu tidak mengapa karena saling ridha ataupun sebagai upah penukaran uang, maka hal ini tergolong riba yang diharamkan dalam syariat Islam.

Riba termasuk salah satu dosa besar. Bahkan salah satu dosa yang diancam dengan perang oleh Allah.

Dalam hadis, dosa riba disetarakan seperti berzina dengan ibunya

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرِّبَا ثَلَاثَةٌ وَسَبعُونَ بَابًا أَيسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّه

Riba itu ada 73 pintu. Pintu riba yang paling ringan, seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibunya. (HR. Hakim 2259 dan dishahihkan ad-Dzahabi).

Seorang muslim yang cerdas tentunya tidak ingin kekurangan atau bahkan kehilangan pahala puasanya dengan mengerjakan dosa seperti riba dalam penukaran uang ini.

Semoga hal ini dapat ditinggalkan.

Allahu A'lam.


Diringkas dari artikel pada tautan https://konsultasisyariah.com/28044-penukaran-uang-lebaran-tradisi-riba.html ]