Masjid Kobe Selamat dari Bom Sekutu
17th April 2018

Masjid Kobe Selamat dari Bom Sekutu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedamaian beribadah yang dinikmati oleh umat Muslim Kobe tidak berlangsung lama. Pada 1939, Perang Dunia II dimulai. Para pedagang India yang tinggal di Kobe, dievakuasi kembali ke negaranya. Begitu juga dengan Muslim Tartar dan yang lainnya.

Mereka menyelamatkan diri ke luar dari Jepang. Akibat evakuasi besar-besaran ini, hanya sedikit umat Islam yang bertahan di Kobe. Dengan kondisi yang serba tak menentu, dan sedikitnya umat Islam yang beribadah di masjid, akibatnya, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mengambil alih masjid itu.

Pada 1943 mereka menjadikannya sebagai tempat penyimpanan senjata dan persembunyian tentara. Akibatnya, umat Muslim yang tersisa di Kobe tidak bisa beribadah di masjid tersebut.

Tragedi Pearl Harbour membuat Jepang semakin terpojok. Amerika kemudian mengebom berbagai kota di Jepang. Setelah Amerika mengebom Tokyo dan Yokohama, gempuran itu kian mendekati Kobe.

Akhirnya pada 17 Maret 1945 pesawat pengebom B-29 meluluhlantakkan hampir seluruh bangunan di Kobe dan menewaskan 8.841 jiwa. Setelah itu Kobe kembali dihujani serangan bom sebanyak enam kali sampai tanggal 30 Juli 1945. Akibat serangan-serangan ini sebagian besar kota Kobe menjadi hancur lebur.

Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.

Setelah perang berakhir, pada 1947, umat Muslim Tartar, India, dan lainnya berangsur kembali ke Kota Kobe. Masjid Muslim Kobe dikembalikan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang kepada komunitas Muslim. Renovasi besar-besaran kemudian dilakukan pada masjid yang diselamatkan Allah SWT dari bencana perang ini.

Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait menyumbang dana renovasi dalam jumlah yang besar. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman. Sebuah lampu hias baru digantungkan di tengah ruang shalat utama. Sistem pengatur suhu ruangan lalu dipasang di masjid ini.

Sekolah yang hancur akibat perang kembali direnovasi dan beberapa bangunan tambahan pun mulai dibangun. Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan keagamaan mereka di Masjid Muslim Kobe.

Krisis keuangan sering menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya. Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini. Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin berkembang.

Pada 1992 Masjid Muslim Kobe memiliki fasilitas Pusat Islam berupa bangunan kelas, ruang resepsi, perpustakaan, kantor, dan bangunan apartemen.


Sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/04/16/p79vgd313-masjid-kobe-selamat-dari-bom-sekutu