Hari ke-22 : Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadr
20th May 2016

Hari ke-22 : Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadr

Tanda-tandanya adalah bahwa ia terjadi pada 10 terakhir bulan Ramadhan di malam ganjilnya, malamnya terang, tidak panas dan tidak dingin. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ بَلْجَةٌ لاَ حَارَّةٌ وَ لاَ بَارِدَةٌ وَ لاَ يُرْمَى فِيْهَا بِنَجْمٍ وَ مِنْ عَلاَمَةِ يَوْمِهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لاَ شُعَاعَ لَهَا

Malam Lailatul Qadr adalah malam yang terang, tidak panas dan tidak dingin, dan tidak dilepaskan bintang. Sedangkan di antara tanda pada siang harinya adalah terbitnya matahari tanpa ada syu’anya.”
(HR. Thabrani dalam Al Kabir dari Watsilah, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5472).

Syu’a, menurut Imam Nawawi artinya yang terlihat dari sinar matahari ketika baru muncul seperti tali temali dan batang yang menghadap kepadamu ketika engkau melihatnya, yakni sinar matahari yang berserakan (sorotannya).

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda menerangkan tentang tandanya:

لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لاَ حَارَّة ٌوَلاَ بَارِدَةٌ وَتُصْبِحُ شَمْسُ صَبِيْحَتِهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاءُ

(Malam Lailatul Qadr adalah) malam yang ringan, sedang, tidak panas dan tidak dingin, dimana matahari pada pagi harinya melemah kemerah-merahan.”
(HR. Thayalisi dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5475).

Ibnu Katsir berkata, “Dan tanda malam Lailatul qadr adalah bahwa malam tersebut bersih, terang, seakan-akan ada bulan yang bersinar, tenang, tidak dingin dan tidak panas, sedangkan (pada pagi hari) matahari terbit dalam keadaan sedang tanpa ada sinar yang berserakan seperti bulan pada malam purnama.”

Doa ketika mengetahui Lailatul qadr

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ : أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: " قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengetahui kapan malam lailatul qadr, apa yang saya ucapkan?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘Afuwwun...dst. (artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku.
(HR. Lima orang Ahli hadits selain Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Tirmidzi dan Hakim).


Marwan bin Musa