Hati-hati jangan sampai mencela waktu
11th January 2016

Hati-hati jangan sampai mencela waktu

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid berkata,

ومن منكرات الألفاظ عند بعض الناس أنه يلعن الساعة أو اليوم الذي حدث فيه الشيء الفلاني ( مما يكرهه ) ونحو ذلك من ألفاظ السّباب فهو يأثم على اللعن والكلام القبيح وثانيا يأثم على لعن ما لا يستحقّ اللعن فما ذنب اليوم والسّاعة ؟ إنْ هي إلا ظروف تقع فيها الحوادث وهي مخلوقة ليس لها تدبير ولا ذنب ، وكذلك فإنّ سبّ الزمن يعود على خالق الزّمن ، فينبغي على المسلم أن ينزّه لسانه عن هذا الفحش والمنكر . والله المستعان .

Termasuk kemungkaran pada lisan yang terjadi pada sebagian orang adalah ketika ia melaknat waktu atau hari yang di sana terjadi sesuatu yang tidak disukainya dan hal lain semisalnya yang termasuk mencela masa. Orang yang mengucapkannya berdosa karena ucapan laknat dan kata-kata yang buruk, dan berdosa karena melaknat sesuatu yang tidak berhak dilaknat. Padahal apa salah hari dan waktu? Ia hanyalah tempat berlangsungnya peristiwa, ia hanyalah makhluk; tidak mengatur dan tidak memiliki salah apa-apa. Di samping itu, mencela waktu akan mengarah kepada pencelaan kepada Tuhan yang menciptakan waktu (Allah Subhaanahu wa Ta’ala). Oleh karena itu, sepatutnya seorang muslim membersihkan lisannya dari ucapan keji dan munkar ini, wallahul musta’an.” (Fatawa Syaikh Shalih Al Munajjid hal. 2, Maktabah Syamilah)


Marwan bin Musa

Maraji’: Maktabah Syamilah versi 3.45 dan 3.35, Group WA dan BC. BBM, dll.