Dunia Ladang Beramal
11th April 2016

Dunia Ladang Beramal

Jika kita perhatikan kondisi manusia pada umumnya, maka kita akan dapatkan bahwa mereka –mungkin juga diri kita- memandang dunia sebagai tujuan hidupnya. Kita akan menyaksikan bahwa yang terlintas di benaknya hanyalah “Bagaimana caranya agar bisa hidup enak di dunia ini dan menjadi orang yang kaya”, tidak lebih dari itu. Seakan-akan tidak pernah terlintas di hatinya bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan bahwa Allah menjadikan dun ia ini sebagai ladang untuk beramal. Kita akan melihat manusia bermegah-megahan dalam segala hal sampai tidak sempat lagi beramal, padahal Allah berfirman:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ- حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu-sampai kamu masuk ke dalam kubur."
(Terjemahan Al Qur'an surah At Takaatsur: 1-2)

Ketika azan dikumandangkan mereka masih saja sibuk dengan pekerjaannya, tanpa mempedulikan seruan adzan, dan hari-hari berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah. Padahal tentang dunia ini, Allah Ta’ala berfirman,

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan saling berbangga dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.
(Terjemahan Al Qur'an surah Al Hadiid : 20)

Di ayat lain, Allah berfirman:

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu, adalah seperti air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanaman-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan berhias, dan permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan laksana tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang berfikir.”
(Terj. QS. Yunus : 24)َ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحدُكُمْ أُصْبُعَهُ فِي الْيَمِّ . فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟

"Dunia dibanding akhirat, tidak lain seperti salah seorang di antara kamu menyelupkan jarinya ke dalam lautan (kemudian diangkat), lalu lihatlah yang menempel darinya?"
(HR. Muslim)

Kalaulah begini kedudukan dunia dalam Islam, maka mengapa pula kita sebagai muslim dan muslimah lebih mendahulukan dunia dari akhirat ?? Semoga Allah Ta'ala memberikan taufiq dan hidayah-NYA kepada kita semua.


Marwan bin Musa