Perintah Menundukkan Pandangan
06th April 2016

Perintah Menundukkan Pandangan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، رَفَعَهُ قَالَ: «يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ

Dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya dan ia menyandarkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Wahai Ali, janganlah kamu sambung pandangan pertama dengan kedua, yang pertama memang untukmu namun yang kedua tidak.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad, dihasankan oleh Al Albani)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِي اللَّهم عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ *

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan,” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak dapat tidak harus duduk, karena ia adalah majlis tempat kami berbincang-bincang,” Beliau bersabda, “Jika kalian tetap ingin duduk-duduk di sana, maka berikanlah hak jalan.” Para sahabat bertanya, “Apa haknya?” Beliau menjawab, “Yaitu menundukkan pandangan, menghindarkan gangguan, menjawab salam, menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar.” (HR. Bukhari-Muslim)


Marwan bin Musa