Strategi dan Metode Berdakwah
13th April 2016

Strategi dan Metode Berdakwah

Dakwah butuh strategi, bukan sekedar asal-asalan dalam berdakwah. Strategi ini bisa dipraktikkan dalam ruang lingkup kecil di tengah-tengah keluarga, kerabat, hingga masyarakat secara umum.

  1. Dakwah yang pertama adalah dakwah tauhid dan pembinaan akidah.
  2. Prioritaskan materi dakwah yang lebih penting: dakwah pada tauhid, baru dakwah pada amalan yang lebih penting, dan tidak mesti langsung pada perkara parsial (juz’iyyat).
  3. Dakwah mesti dengan cara yang tepat dengan memperhatikan kondisi masyarakat.
  4. Dakwah pada dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, jangan sampai dakwah tanpa dalil, tanpa mengikuti tuntunan.
  5. Dakwah itu mengajak orang melakukan perintah dan menjauhi larangan (amar makruf nahi mungkar).
  6. Berdakwah sesuai kemampuan.
  7. Kemungkaran yang nampak wajib diingkari.
  8. Mengingkari dalam hati lalu lisan didahulukan daripada mengingkari dengan tangan.
  9. Mengingkari kemungkaran hanya boleh dengan hujjah (dalil) yang jelas.
  10. Tidak boleh mengingkari kemungkaran dengan hal yang lebih mungkar.
  11. Siapa yang menghadiri suatu acara kemungkaran dengan pilihan hatinya, maka ia dihukumi seperti melakukan kemungkaran tersebut.
  12. Melarang sesuatu kemungkaran hendaklah mengarahkan juga pada hal yang manfaat lainnya, bukan sekedar melarang.
  13. Hendaklah yang berdakwah menyelamatkan bahaya dirinya sebelum bahaya pada orang lain.

Itu kaedah atau strategi umum yang kami himpun dari bahasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Semoga bisa berlanjut perinciannya di kesempatan lainnya.


Referensi:

Qawa’id wa Dhawabith Fiqh Ad-Da’wah ‘inda Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Cetakan kedua, tahun 1430 H. ‘Abid bin Muhammad As-Sufyani. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com