Hari ke-19 : Menyuruh Istri dan Anak Wanita Mengenakan Jilbab
20th May 2016

Hari ke-19 : Menyuruh Istri dan Anak Wanita Mengenakan Jilbab

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Terjemahan Al Quran Surah Al Ahzaab: 56)

Ayat yang mulia ini memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya untuk memerintahkan istri dan anak-anak perempuan mereka mengenakan jilbab dan bahwa hal itu hukumnya wajib.

Namun jika kita perhatikan di zaman sekarang, banyak kepala keluarga muslim yang tidak memerintahkan istri dan anak-anaknya mengenakan jilbab. Sikap mereka ini menunjukkan tidak peduli terhadap nasib istri dan anak-anaknya di akhirat nanti, dan menunjukan tidak adanya rasa sayang kepada mereka.

Dalam mengenakan jilbab ada syarat yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  1. menutupi seluruh badan, adapun menutupi wajah dan telapak tangan, maka sebagian ulama mengatakan wajib, dan sebagian lagi mengatakan sunah.
  2. tidak menyerupai pakaian laki-laki dan pakaian wanita-wanita kafir,
  3. longgar; tidak sempit,
  4. tidak diberi wewangian,
  5. tidak tipis (tidak transparan)
  6. bukan merupakan perhiasan, dan
  7. bukan sebagai pakaian ketenaran (memancing pandangan manusia).

Marwan bin Musa