Hari ke-21 : Keutamaan Malam Lailatul Qadr
20th May 2016

Hari ke-21 : Keutamaan Malam Lailatul Qadr

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.--Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? --Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.--Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.--Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar."
(Terjemahan Al Quran Surah Al Qadr: 1-5)

Ayat ini menerangkan keutamaan malam Lailatul Qadr, yaitu:

  1. pada malam tersebut Allah menurunkan Al Qur’an,
  2. malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yakni bahwa beramal pada malam itu mengimbangi dan melebihi beramal selama seribu bulan; (seukuran) umur seseorang yang dipanjangkan umurnya selama 80 tahun lebih,
  3. para malaikat, termasuk pula malikat Jibril turun membawa kebaikan, keberkahan, dan rahmat. Mereka juga dengan izin Allah mengatur berbagai urusan. Qatadah berkata, “Pada malam itu ditentukan segala urusan dan ditentukan ajal dan rezeki, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” (Terjemahan Al Quran Surah Ad Dukhaan: 4)
  4. pada malam tersebut terdapat keselamatan dari azab dan siksa Allah. Menurut Mujahid, yakni penuh kesejahteraan, dimana setan tidak dapat berbuat buruk di dalamnya atau mengganggu. Menurut Ibnu Zaid, malam itu baik seluruhnya tidak ada keburukan sampai terbit fajar.

Pada malam itu, malaikat turun dengan jumlah yang sangat banyak melebihi jumlah kerikil yang ada di bumi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَابِعَةٌ أَوْ تَاسِعَةٌ وَ عِشْرِيْنَ إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

Malam Lailatul Qadr itu adalah malam ke 27 atau 29. Sesungguhnya para malaikat pada malam itu di bumi lebih banyak daripada banyaknya batu kerikil.

(HR. Ahmad dan Thayalisi. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5473).

Adapun keutamaan melakukan qiyamullail bertepatan dengan malam Lailatul Qadr adalah sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang melakukan qiyamullail bertepatan dengan malam Lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Kapankah Malam Lailatul Qadr?

Seorang yang beri’tikaf hendaknya mencari malam lailatul qadr di malam-malam yang ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri mencari Lailatul Qadr dan memerintahkan para sahabat untuk mencarinya. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّي خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ القَدْرِ، وَإِنَّهُ تَلاَحَى فُلاَنٌ وَفُلاَنٌ، فَرُفِعَتْ، وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ، التَمِسُوهَا فِي السَّبْعِ وَالتِّسْعِ وَالخَمْسِ

"Sesungguhnya aku keluar untuk memberitahukan kepada kalian tentang Lailatul Qadr. Tetapi fulan dan fulan bertengkar tentangnya, lalu diangkat (pemberitahuan kapan malamnya). Boleh jadi disembunyikan itu lebih baik bagi kalian. Carilah ia (malam Lailatul Qadr) di malam kedua puluh tujuh, dua puluh sembilan, dan dua puluh lima."
(HR. Bukhari)

Sebagian ulama berpendapat, Lailatul qadr tidak terjadi pada malam tertentu dalam setiap tahunnya, namun berubah-rubah. Mungkin pada tahun ini malam ke 27, pada tahun depan malam ke 29 dsb. Dan sangat diharapkan terjadi pada malam ke 27. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيْهَا فَلْيَتَحَرَّهَا لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ

"Barang siapa yang mencarinya, maka carilah di malam ke-27."
(HR. Ahmad dengan sanad yang shahih).

Mungkin hikmah mengapa malam Lailatul qadr disembunyikan oleh Allah Ta’ala adalah agar diketahui siapa yang bersungguh-sungguh beribadah dan siapa yang bermalas-malasan. Demikian pula sebagai rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya agar amal mereka semakin banyak pada malam-malam yang utama ini (sepuluh terakhir bulan Ramadhan).


Marwan bin Musa