Shalat Sebagai Jalan Keluar Atas Taubat Nabi Dawud
21st November 2017

Shalat Sebagai Jalan Keluar Atas Taubat Nabi Dawud

Dalam syariat Islam shalat merupakan ibadah yang agung. Diantara hal yang menunjukkan agungnya kedudukan shalat adalah Allah mewajibkan shalat kepada seluruh Nabi alaihimush shalatu was salam. Allah 'Azza wa Jalla juga memberitahukan kepada mereka mengenai keagungannya.

Hal ditunjukkan dari banyaknya ayat dalam al Quran yang mengisahkan tentang ibadah shalat para Nabi alaihimush shalatu was salam, di antaranya tentang Nabi Dawud ‘Alahis Salam

Nabi Dawud ‘Alaihish Shalatu was Salam - seorang Nabi Allah yang telah disucikan Allah tatkala melakukan sebuah kekeliruan.

Ketika Nabi Dawud ‘Alaihish Shalatu was Salam hendak bertaubat dan beliau belum menemukan amalan untuk taubatnya, maka Allah jadikan shalat sebagai jalan keluar untuk taubatnya. Allah Ta'ala berfirman:

فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat (QS. Shad: 24)

Dari nash-nash di atas diambil pelajaran bahwa syariat shalat telah ada pada masa Nabi Dawud ‘Alaihish Shalatu was Salam, akan tetapi detil dari syariat shalat tersebut tidak diketahui karena tidak adanya dalil yang memberikan gambaran rincinya.

Ketika syaikh Ibnu Baz ditanya tentang bentuk shalat para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Beliau menjawab:
Allah lebih tahu dengan shalat Para Nabi itu. Kita diperintahkan melaksanakan shalat dalam bentuk yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka kita wajib melaksanakan shalat sebagaimana shalatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي


Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat.
[HR. Bukhari. no. 631. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 29/237 no.155]

Mari kita sibukkan diri dengan mempelajari syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, sebab inilah hal yang terpenting dan utama. Setiap Muslim wajib mempelajari syariat Islam yang penting dalam kehidupannya masing-masing, seperti tauhid, shalat, zakat, puasa haji dan lain-lain.

Allahu A'lam.


@dmin, 2 Rabi'ul Awwal 1439H
[diadaptasi dari buku ta'zhimush shalat hal 9-13, Syaikh 'Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, 1434H]