Nabi Musa Alaihis Salam
21st November 2017

Seruan Nabi Musa Kepada Bani Israil Setelah Beriman Kepada Allah adalah Shalat

Dalam syariat Islam shalat merupakan ibadah yang agung. Diantara hal yang menunjukkan agungnya kedudukan shalat adalah Allah mewajibkan shalat kepada seluruh Nabi alaihimush shalatu was salam. Allah 'Azza wa Jalla juga memberitahukan kepada mereka mengenai keagungannya.

Hal ditunjukkan dari banyaknya ayat dalam al Quran yang mengisahkan tentang ibadah shalat para Nabi alaihimush shalatu was salam, di antaranya tentang Nabi Musa ‘alaihis Ssalam.

Nabi Musa ‘alaihissalam yang telah Allah dekati dan selamatkan serta Allah berbicara dengan langsung kepadanya. Hal pertama yang Allah wajibkan kepada Musa setelah Allah syariatkan peribadatan kepada-Nya adalah shalat.

Bahkan tidak ada nash yang menyebutkan ibadah lain yang Allah wajibkan kepada Musa selain shalat. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman kepada Nabi Musa, dengan kalimat-kalimat-Nya secara langsung tanpa ada penerjemah antara Allah dan Nabi Musa,

فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ

إِنَّنِي أَنَا اللَّـهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
(QS. Thaha: 13, 14)

Maka hal ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari ibadah shalat dibandingkan amalan-amalan lainnya. Allah memulai perkataanNya kepada Musa dengan perintah untuk shalat. Demikian pula hal pertama yang Allah perintahkan kepada Musa untuk didakwahkan kepada Bani Israil –setelah beriman kepadaNya - adalah shalat.

Allah 'Azza wa Jallan berfirman:

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۗ

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: ‘Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah shalat” (QS. Yunus: 87)

Dari nash-nash di atas diambil pelajaran bahwa syariat shalat telah ada pada masa Nabi Musa 'Alaihis Salam, akan tetapi detil dari syariat shalat tersebut tidak diketahui karena tidak adanya dalil yang memberikan gambaran rincinya.

Ketika syaikh Ibnu Baz ditanya tentang bentuk shalat para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Beliau menjawab:
Allah lebih tahu dengan shalat Para Nabi itu. Kita diperintahkan melaksanakan shalat dalam bentuk yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka kita wajib melaksanakan shalat sebagaimana shalatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي


Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat.
[HR. Bukhari. no. 631. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 29/237 no.155]

Mari kita sibukkan diri dengan mempelajari syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, sebab inilah hal yang terpenting dan utama. Setiap Muslim wajib mempelajari syariat Islam yang penting dalam kehidupannya masing-masing, seperti tauhid, shalat, zakat, puasa haji dan lain-lain.

Allahu A'lam.


@dmin, 2 Rabi'ul Awwal 1439H
[diadaptasi dari buku ta'zhimush shalat hal 9-13, Syaikh 'Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, 1434H]