Kisah Nabi Isa Alahis Salam dan Wasiat Shalat
21st November 2017

Kisah Nabi Isa Alahis Salam dan Wasiat Shalat

Dalam syariat Islam shalat merupakan ibadah yang agung. Diantara hal yang menunjukkan agungnya kedudukan shalat adalah Allah mewajibkan shalat kepada seluruh Nabi alaihimush shalatu was salam. Allah 'Azza wa Jalla juga memberitahukan kepada mereka mengenai keagungannya.

Hal ditunjukkan dari banyaknya ayat dalam al Quran yang mengisahkan tentang ibadah shalat para Nabi alaihimush shalatu was salam, di antaranya tentang Nabi 'Isa ‘Alaihis Ssalam.

Dikisahkan tentang Nabi 'Isa 'Alaihish Shalatu was Salam ketika masih bayi dan dalam gendongan ibunya Maryam, dimana ia berkata kepada Bani Israil:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup
;
(QS. Maryam 30-31)

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa tafsir pada Firman-Nya: wa aushaanii bish shalaati waz zakaati maa dumtu hayyan (“Dia memerintahkan aku mendirikan shalat dan menunaikan zakai selama aku hidup,”) seperti firman Allah kepada Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: wa’bud rabbaka hattaa ya’tiyakal yaqiin (“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini [ajal].”)

`Abdurrahman bin al-Qasim dari Malik bin Anas berkata tentang firman Allah: wa aushaanii bish shalaati waz zakaati maa dumtu hayyan (“Dan Dia memerintahkan aku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup,”) Dia mengabarkan kepadanya tentang sesuatu yang menjadi urusannya hingga hari kematiannya, sesuatu yang telah ditetapkan-Nya untuk ahli qadar.

Dari nash di atas diambil pelajaran bahwa syariat shalat telah ada pada masa Nabi 'isa 'Alaihis Salam, akan tetapi detil dari syariat shalat tersebut tidak diketahui karena tidak adanya dalil yang memberikan gambaran rincinya.


Ketika syaikh Ibnu Baz ditanya tentang bentuk shalat para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Beliau menjawab:
Allah lebih tahu dengan shalat Para Nabi itu. Kita diperintahkan melaksanakan shalat dalam bentuk yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka kita wajib melaksanakan shalat sebagaimana shalatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي


Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat.
[HR. Bukhari. no. 631. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 29/237 no.155]

Mari kita sibukkan diri dengan mempelajari syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, sebab inilah hal yang terpenting dan utama. Setiap Muslim wajib mempelajari syariat Islam yang penting dalam kehidupannya masing-masing, seperti tauhid, shalat, zakat, puasa haji dan lain-lain.

Allahu A'lam.


@dmin, 2 Rabi'ul Awwal 1439H
[diadaptasi dari buku ta'zhimush shalat hal 9-13, Syaikh 'Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, 1434H]