Banya Bashi Warisan Ottoman untuk Umat Islam di Bulgaria
06th June 2018

Banya Bashi Warisan Ottoman untuk Umat Islam di Bulgaria

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski usianya sudah melewati beberapa abad, Masjid Banya Bashi ini masih terlihat kokoh. Setiap unsur bangunannya masih kuat memancarkan keindahan di bagian luar dan dalam. Sehingga, jika melihatnya secara sepintas, pandangan mata akan terkecoh dari fakta sesungguhnya, yakni usia masjid ini lebih dari 1.500 tahun.

Melihat keadaannya yang masih indah, masjid yang terletak di Boulevard Maria Luiza yang berada di pusat Kota Sofia, Bulgaria, ini seakan tidak habis dimakan usia. Karena semua unsur bangunannya masih terlihat kuat.

Warna dasarnya juga masih tajam, seakan Banya Bashi ini belum lama dibangun. Masjid yang dibangun pada masa kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) ini memiliki beberapa unsur menarik dibandingkan dengan bangunan-bangunan di sekitarnya.

Unsur pertama yang membuat masjid ini berbeda dengan bangunan di sekitarnya adalah adanya susunan batu bata yang tidak menggunakan tambahan lapisan luar atau plester.

Susunan batu bata mendominasi setiap bagian luar masjid yang keberadaannya menimbulkan sebuah warna merah tanah kecokelatan. Unsur lain yang membedakan dari bangun berbentuk oval ini adalah keberadaan menara dan kubah.

Tinggi menara ini menjadi petunjuk alami bagi pelancong Muslim yang mencari tempat shalat sekaligus istirahat setelah berkeliling di Kota Sofia yang terletak di Eropa Tenggara. Menara masjid dua kali lebih tinggi dari bangunan utama masjid. Tingginya menara bukan hanya berfungsi sebagai tempat muazin azan, melainkan juga berfungsi sebagai penunjuk arah.

Bagi wisatawan Muslim, memang masjid bukan sekadar tempat untuk shalat, melainkan juga bisa digunakan untuk isitrahat sejenak setelah mengelilingi wilayah bekas kekuasaan Ottoman ini.

Sofia ini memang wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan karena banyak situs dan budaya Islam peninggalan Sultan Murad III (1574-1595). Masjid Banya Bash adalah satu dari sekian destinasi favorit itu. Salah satu masjid tertua di Eropa ini sempat ditutup pada masa komunis berkuasa di Bulgaria.

Setelah rezim komunis tumbang, sekitar awal 1970-an Banya Bashi kembali ke fungsinya semula sampai hari ini. Masjid setiap harinya melayani komunitas Muslim Kota Sofia yang mencapai 8.614 jiwa dari keseluruhan populasi Sofia yang berjumlah 1,1 juta jiwa.

Kubah

Selain susunan batu bata dan menara, unsur lain yang tidak kalah megah pada bangunan ini ialah eksotisme kubah. Masjid yang jika dilihat dari luar kejauhan berbentuk tiga tumpukan ini memiliki empat kubah.

Kubah utama pada masjid ini hampir menutupi seluruh badan masjid. Sementara, tiga kubah lainnya yang berukuran lebih kecil berjajar di tumpukan pertama yang membentuk sebagai simbol struktur organisasi kekuasaan pada sistem monarki.

Bentuk kubah seperti demikian merupakan gaya arsitektur masjid Timur Tengah. Sehingga, bagi siapa saja yang melihatnya mudah menyebut bahwa bangunan itu merupakan sebuah tempat umat Islam memanjatkan doa ketika shalat. Maklum, di wilayah ini tempat sakral umat Islam masih perlu sedikit tertutup jika ingin tetap bertahan.

Kemegahan sempurna telihat pada bagian dalam masjid. Semua unsur yang ada di bagian dalam masjid ini memiliki kesan mewah dengan balutan ukiran-ukiran yang rumit.

Misalnya, salah satu unsur mewah pada Masjid Banya Basi ini adanya susunan pecahan keramik atau mozaik yang membentuk kaligrafi secara sempurna. Seni mozaik dengan warna corak putih biru ini hampir menutupi setiap dinding masjid yang menggunakan lengkungan setengah lingkaran.

Desain lengkung setengah lingkaran menghiasi bagian luar pintu masuk menuju ke ruangan shalat. Selain seni, desain lengkungan yang mendominasi bagian dinding-dinding masjid digunakan sebagai ventilasi untuk keluar masuk udara.

Masjid Banya Bashi merupakan salah satu karya arsitek resmi Kerajaan Turki Utsmani, Kodja Mimar Sinan. Sinan memang dikenal hingga saat ini berkat karya-karya arsitekturnya yang hebat.

Ia hidup dalam masa empat era kepemimpinan sultan, yakni Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III. Selama masa hidupnya, tak kurang dari 476 karya arsitektur tercetus dari kejeniusan Sinan.

Bukti Sejarah Kejayaan Ottoman di Eropa

Dari beberapa catatan sejarah, sejak ribuan tahun lalu, kejayaan Islam pernah menguasai tanah Eropa. Tepatnya di Spanyol, jejak-jejak Islam juga banyak dijumpai di Eropa Timur seperti Bulgaria.

Sejarah merekam, Kesultanan Turki Utsmani (Ottoman) yang pernah menguasai Benua Eropa selama ratusan tahun telah meninggalkan banyak bangunan penting.

Salah satunya adalah Masjid Banya Bashi yang terletak di Kota Sofia, Bulgaria. Saat Dinasti Ottoman berkuasa, Bulgaria merupakan salah satu wilayah kekuasaannya. Kekhalifahan Islam ini menguasai Bulgaria lebih dari lima abad (abad ke-14 hingga ke-19).

Banya Bashi merupakan salah satu masjid tertua di Eropa. Pembangunannya selesai pada 1576, yaitu masa pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595). Kendati sudah berusia empat abad lebih, hingga kini bangunan masjid ini masih terlihat kokoh.


Sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/06/06/p9w8er313-banya-bashi-warisan-ottoman-untuk-umat-islam-di-bulgaria