Tangisan Ibnul Mubarak
29th April 2016

Tangisan Ibnul Mubarak

Dari Al Qasim bin Muhammad ia berkata, “Kami pernah bersafar bersama Ibnul Mubarak, namun sering sekali terlintas dalam benakku, “Karena sebab apa orang ini lebih utama dibanding kami sehingga ia terkenal di tengah-tengah manusia? Kalau ia melakukan shalat, kami pun melakukan shalat. Kalau ia berpuasa, kami pun melakukan puasa, dan kalau ia berperang, kami pun berperang, dan kalau ia berhaji, kami pun berhaji.

Di sebagian perjalanan kami, yaitu ketika kami berada di negeri Syam pada suatu malam, kami makan malam di sebuah rumah, tiba-tiba lampunya padam, lalu salah seorang di antara kami bangun untuk mengambil lampu dan keluar untuk mencari sesuatu yang bisa membuatnya nyala.

Beberapa saat kemudian ia datang dengan membawa lampu, kemudian aku melihat wajah Ibnul Mubarak dan janggutnya telah basah karena menangis, maka aku berkata dalam hati, “Karena rasa takut inilah orang ini diutamakan di atas kami. Mungkin saja ketika lampu padam dan keadaan menjadi gelap, ia ingat peristiwa pada hari Kiamat.”

(Shifatush Shofwah 4/145)


Marwan bin Musa