Kaum Nabi Syuaib Alaihis Salam Yang Melecehkan Seruan Shalat
21st November 2017

Kaum Nabi Syuaib Alaihis Salam Yang Melecehkan Seruan Shalat

Dalam syariat Islam shalat merupakan ibadah yang agung. Diantara hal yang menunjukkan agungnya kedudukan shalat adalah Allah mewajibkan shalat kepada seluruh Nabi alaihimush shalatu was salam. Allah 'Azza wa Jalla juga memberitahukan kepada mereka mengenai keagungannya.

Hal ditunjukkan dari banyaknya ayat dalam al Quran yang mengisahkan tentang ibadah shalat para Nabi alaihimush shalatu was salam, di antaranya tentang Nabi Syu’aib ‘alaihissalam.

Allah berfirman mengenai kisah Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ketika beliau melarang kaumnya beribadah kepada selain Allah dan melarang kaumnya berlaku curang dalam timbangan dan takaran. Kaumnya berkata kepada Nabi Syu’aib ‘alaihis salam:

قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا

Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ?” (QS. Hud: 87)

Hal ini menunjukkan bahwa kaumnya memandang Nabi Syu’aib ‘alaihis salam tidak mengagungkan suatu pekerjaan kecuali pengagungannya kepada shalat. Dengan kata lain kaumnya memandang bahwa Nabi Syu’aib ‘alaihis salam mengutamakan shalat dibanding amalan ibadah lainnya.(1)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Allah telah memburukkan dan melaknat kaum Nabi Syu’aib ‘alaihis salam. Hal ini dikarenakan mereka telah memperolok-olok syariat Allah diantaranya syariat shalat ketika Nabi Syu’aib ‘alaihis salam mendakwahkannya. Mereka menganggap shalat akan menjadikan dirinya meninggalkan kebiasaan yg telah lama dilakukan bahkan oleh nenek-moyang mereka seperti peribadatan kepada berhala, berbuat curang dalam timbangan dan takaran, dan tidak membayar zakat.

Dari nash di atas diambil pelajaran bahwa syariat shalat dan zakat telah ada pada masa Nabi Syuaib 'Alaihissalam, akan tetapi detil dari syariat shalat tersebut tidak diketahui karena tidak adanya dalil yang memberikan gambaran rincinya.

Ketika syaikh Ibnu Baz ditanya tentang bentuk shalat para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Beliau menjawab:
Allah lebih tahu dengan shalat Para Nabi itu. Kita diperintahkan melaksanakan shalat dalam bentuk yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka kita wajib melaksanakan shalat sebagaimana shalatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي


Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat.
[HR. Bukhari. no. 631. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 29/237 no.155]

Mari kita sibukkan diri dengan mempelajari syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, sebab inilah hal yang terpenting dan utama. Setiap Muslim wajib mempelajari syariat Islam yang penting dalam kehidupannya masing-masing, seperti tauhid, shalat, zakat, puasa haji dan lain-lain.

Allahu A'lam.


@dmin, 2 Rabi'ul Awwal 1439H
[diadaptasi dari buku ta'zhimush shalat hal 9-13, Syaikh 'Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, 1434H]

(1) Al Allamah As Sa’di rahimahullah dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, bahwa “Sesungguhnya shalat itu telah disyariatkan semenjak zaman para Nabi terdahulu dan shalat itu adalah amalan yang paling utama. Bahkan para Nabi telah mendakwahkan hal ini kepada orang-orang kufar tentang keutamaannya dan bahwa shalat didahulukan sebelum amalan-amalan lainnya. Shalat juga dapat mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran. Shalat adalah standar keimanan dan syariat-syariatnya. Dengan mendirikan shalat maka ia akan menyempurnakan keadaan agama seseorang dan sebaliknya dengan ditinggalkannya shalat akan menghilangkan kondisi keagamaan seorang hamba.”