Membebaskan Hutang Orang Yang Susah, Maka Allah Pun Membebaskannya
12th December 2017

Membebaskan Hutang Orang Yang Susah, Maka Allah Pun Membebaskannya

Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak akan menyiakan amalan kebajikan seorang hamba yang ikhlas. Berikut kisah kebajikan seseorang pada umat terdahulu yang membebaskan hutang bagi orang yang tidak mampu membayarnya dan Allah Ta'ala membalas kebaikannya dengan membebaskannya dari siksa neraka.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi ﷺ, bahwasanya beliau bersabda,

كَانَ رَجُلٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَكَانَ يَقُوْلُ لِقَتَهُ: إِذَا جِئْتَ مُعْسِرًا، فَتَجَاوَزْ عَنْهُ لَعَلَّ اللهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، قَالَ: فَلَقِيَ اللهُ فَتَجَاوَزَ عَنْهُ

Ada seorang laki-laki yang (suka) memberi utang kepada orang lain, kepada pelayannya ia berkata, ‘Jika engkau mendatangi orang miskin maka bebaskanlah (utangnya), mudah-mudahan Allah membebaskan kita (dari siksa-Nya)’. Beliau bersabda, ‘Maka orang itu menjumpai Allah dan Allah pun membebaskannya (dari siksa).

(Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 6/379 dalam Al-Anbiya’ dan Muslim, 1562)

Dalam riwayat lain disebutkan, Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu,beliau berkata, Nabi ﷺ

Bersabda,

إِنَّ اْلمَلاَئِكَةَ لَتَلَقَّتْ رُوْحَ رَجُلٍ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَقَالُوْا لَهُ: هَلْ عَمِلْتَ خَيْرًا قَطْ؟ قَالَ لاَ: قَالُوْا: تَذَكَّرْ، قَالَ:لاَ، إِلاَّ أَنَّيْ كُنْتُ أُدَايِنُ النَّاسُ، فَكُنْتُ آمُرُ فِتْيَانِيْ أَنْ يَنْظُرُوْا اْلمُوْسِرَ، وَيَتَجَاوَزُوْا عَنْ اْلمُعْسِرِ. قَالَ الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: تَجَاوَزُوْا عَنْهُ

Sesungguhnya para malaikat mengambil ruh seorang laki-laki sebelum (zaman) kalian, lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau pernah, melakukan kebaikan meski sekali?’ Ia menjawab, ‘Tidak pernah’. Mereka berkata, ‘Ingat-ingatlah!’ Ia menjawab, ‘Tidak pernah, kecuali dahulu aku suka memberi utang kepada orang lain, dan aku perintahkan kepada para pelayanku agar mereka melihat (menagih) orang yang berkecukupan dan membebaskan (utang) orang yang miskin’. Maka Allah berfirman, ‘Bebaskanlah dia (dari siksa)’.

(Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 4/261 dalam Al-Buyu’, Muslim, 1560)

Semoga kita bisa meneladaninya.


[Disadur dari buku Kisah-Kisah Nyata - Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi'in, Orang-Orang Dahulu dan Sekarang, Darul Haq, 2015]