Nabi Sulaiman bin Dawud Alaihimas Salam dan Shalat Ashar
21st November 2017

Nabi Sulaiman bin Dawud Alaihimas Salam dan Shalat Ashar

Dalam syariat Islam shalat merupakan ibadah yang agung. Diantara hal yang menunjukkan agungnya kedudukan shalat adalah Allah mewajibkan shalat kepada seluruh Nabi alaihimush shalatu was salam. Allah 'Azza wa Jalla juga memberitahukan kepada mereka mengenai keagungannya.

Hal ditunjukkan dari banyaknya ayat dalam al Quran yang mengisahkan tentang ibadah shalat para Nabi alaihimush shalatu was salam, di antaranya tentang Nabi Sulaiman bin Dawud ‘Alaihimas Salam.

Nabi Sulaiman putra Nabi Dawud ‘Alaihimas Salam, diperlihatkan kepadanya kuda-kuda di waktu sore hingga akhirnya beliau tersibukkan memandangi keindahan kuda-kudanya hingga terlupakan olehnya untuk melaksanakan shalat 'ashar sampai terlewat waktunya, sehingga beliau pun menyesal dan bersedih.

Beliau menghukum dirinya sendiri dengan mengharamkan kuda-kudanya yang telah melupakannya terhadap waktu shalat ashar. Allah Ta'ala berfirman:

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ

فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ

رُدُّوهَا عَلَيَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ

Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).
(Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.
Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan”.
“Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu
(Shad: 30-33)

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, “Para mufassir dan dan para salaf menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman tersibukkan dalam memeriksa dan mengatur kuda-kudanya yang indah sampai diapun terlupakan waktu shalat Ashar.

Nabi Sulaiman tidak meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja akan tetapi karena lupa, sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terlewat shalat Ashar di waktu perang Khandaq sampai-sampai beliau baru mengerjakan shalat Ashar setelah matahari tenggelam” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/65)

Dari ayat di atas diambil pelajaran bahwa syariat shalat telah ada pada masa Nabi Sulaiman 'Alaihis Salam, akan tetapi detil dari syariat shalat tersebut tidak diketahui karena tidak adanya dalil yang memberikan gambaran rincinya.

Ketika syaikh Ibnu Baz ditanya tentang bentuk shalat para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Beliau menjawab:
Allah lebih tahu dengan shalat Para Nabi itu. Kita diperintahkan melaksanakan shalat dalam bentuk yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka kita wajib melaksanakan shalat sebagaimana shalatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي


Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat.
[HR. Bukhari. no. 631. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 29/237 no.155]

Mari kita sibukkan diri dengan mempelajari syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, sebab inilah hal yang terpenting dan utama. Setiap Muslim wajib mempelajari syariat Islam yang penting dalam kehidupannya masing-masing, seperti tauhid, shalat, zakat, puasa haji dan lain-lain.

Allahu A'lam.


@dmin, 2 Rabi'ul Awwal 1439H
[diadaptasi dari buku ta'zhimush shalat hal 9-13, Syaikh 'Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, 1434H]