Bolehkah Istri Mengambil Harta Suami?
11th May 2016

Bolehkah Istri Mengambil Harta Suami?

Seorang istri dibolehkan untuk mengambil harta suaminya dengan tanpa sepengetahuannya jika:

  • Suaminya tidak memberikan nafkah yang cukup bagi dirinya dan anak-anaknya padahal suaminya masih mempunyai harta yang dapat diberikan. Tiada lah hal ini terjadi karena suaminya mempunyai sifat bakhil (pelit).
  • Mengambil harta suaminya dalam jumlah yang wajar (mencukupi kebutuhan pokoknya)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ هِنْدَ بِنْتَ عُتْبَةَ قَالَتْ :

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ ، وَلَيْسَ يُعْطِينِى مَا يَكْفِينِى وَوَلَدِى ، إِلاَّ مَا أَخَذْتُ مِنْهُ وَهْوَ لاَ يَعْلَمُ

فَقَالَ :« خُذِى مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ » .

Dari Aisyah, bahwa Hind binti Utbah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang yang bakhil, ia tidak memberiku nafkah yang mencukupi diriku dan anakku, kecuali jika aku mengambilnya tanpa diketahuinya."

Beliau bersabda, "Ambillah nafkah untuk mencukupimu dan anakmu secara ma'ruf (wajar)."

(Muttafaq 'alaih)


Marwan bin Musa