Interaksi antara Pria dan Wanita yang Dibolehkan
04th May 2016

Interaksi antara Pria dan Wanita yang Dibolehkan

Kaum lelaki dibolehkan untuk mengucapkan salam kepada kaum wanita, demikian juga kaum wanita kepada kaum lelaki ketika aman dari fitnah (maksud salam di sini adalah ucapan "As Salaamu 'alaikum" dan bukan berjabat tangan), karena haram hukumnya untuk bersalaman antara lelaki dan wanita yang bukan mahram.

عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مَرَّ فِي مَسْجِدٍ وَعُصْبَةٍ مِنَ النِّسَاءِ قَعُوْدٍ فَقَالَ بِيَدِهِ إِلَيْهِمْ بِالسَّلاَمِ، فَقَالَ: بِالسَّلاَمِ،

فَقَالَ: إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَانَ الْمُنْعِمِيْنَ، إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَانَ الْمُنْعِمِيْنَ

Dari Asmaa', bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah lewat di masjid yang ketika itu sebagian kaum wanita sedang duduk-duduk, maka Beliau berisyarat dengan tangannya dan mengucapkan salam,

Beliau bersabda, "Jauhilah berbuat kufur (tidak berterima kasih) kepada orang-orang yang memberi nikmat (suami), Jauhilah berbuat kufur kepada orang-orang yang memberi nikmat."

(Shahih, HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Bukhari dalam Al Adabul Mufrad)

Kufur kepada orang-orang yang memberi nikmat adalah ucapan istri kepada suaminya: "Demi Allah, saya belum pernah melihat kebaikan sedikit pun darinya."

Selain dibolehkan mengucapkan salam kepada kaum wanita, kaum lelaki dibolehkan juga berbicara dengan kaum wanita, demikian juga sebaliknya ketika dibutuhkan. Sebagaimana hikmah pada hadits berikut:

عَنْ أَنَسٍ - رضي الله عنه - قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِامْرَأَةٍ عِنْدَ قَبْرٍ وَهِيَ تَبْكِيْ، فَقَالَ: "اِتَّقِى اللهَ وَاصْبِرِيْ"

Dari Anas radhiyallahu 'anhu ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang berada di samping kubur sambil menangis, Beliau pun bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah."

(Muttafaq 'alaih)


Marwan bin Musa