Sumayyah | Umat Muhammad Pertama Yang Mendapat Syahid
09th October 2017

Sumayyah | Umat Muhammad Pertama Yang Mendapat Syahid

Siapakah umat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pertama yang mendapatkan predikat syahid?

Ternyata ia adalah seorang muslimah, Sumayyah istri Yasir. Sumayyah dan anaknya Yasir termasuk as-Sâbiqûnal awwaalûn (orang-orang yang menyatakan keislaman di masa-masa awal dakwah Rasulullâh Shallallahu alaihi wa sallam ).

Ibnu Mas’ûd Radhiyallahu anhu mengatakan, “Orang-orang yang pertama kali menampakkan keislaman mereka ada tujuh yaitu Rasulullâh Shallallahu alaihi wa sallam , Abu Bakar Radhiyallahu anhu , ‘Ammâr dan Ibunya yaitu Sumayyah, Suhaib, Bilâl dan Miqdâd” [HR Ibnu Mâjah, hadits ini dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni rahimahullah].

Periode awal-awal Islam ketika di Makkah adalah perioda yang berat. Siksaan yang perih dan tak terkira ditimpakan kepada umat Islam saat itu. Tak terkecuali dengan dera siksaan kaum kafir Quraisy kepada Keluarga Yasir.

Keluarga ini merupakan simbul keteguhan dalam menghadapi beratnya penderitaan yang dialami oleh mustadh’afun (orang-orang yang dipandang rendah). Keluarga Yasir merupakan budak dari Bani Makhzum.

Bani Makhzum menggiring keluarga Yasir ini ke padang pasir Mekkah saat terik matahari membakar, lalu mereka disiksa di tengah panasnya sengatan matahari. Suatu ketika, saat mereka sedang disiksa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَبْشِرُوْا آلَ عَمَّارٍ وَآلَ يَاسِرٍ فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ

Berbahagialah Alu Ammar dan keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga.[1]

Orang yang pertama kali mati syahid dari keluarga ini secara khusus, dan dari kalangan Islam secara umum, yaitu ibunya ‘Ammar yang bernama Sumayyah. Beliau Radhiyallahu anha ditikam jantungnya oleh Abu Jahl al La’in dengan menggunakan tombak.

.

Sedangkan sang suami, yaitu Yasir, juga meninggal karena disiksa. Adapun anak mereka, yaitu ‘Abdullah dilempar sehingga meninggal juga. Maka tinggallah ‘Ammar, dan mereka pun menyiksa ‘Ammar dengan berbagai siksaan, sampai akhirnya bisa memaksa ‘Ammar mengucapkan kalimat kufur dengan lisannya.

Jumhur (mayoritas) ahli tafsir menyebutkan, bahwa pendirian ‘Ammar ini menjadi sebab turunnya firman Allah surat an-Nahl/16 ayat 106:

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan (maka, dia tidak berdosa).

.

Semoga kisah ini dapat menambah keimanan kita.


[1]. Dikeluarkan oleh al Hakim dalam al Mustadrak, dari hadits Jabir. Al Hakim berkata,”Shahih sesuai dengan syarat Imam Muslim, namun Imam Bukhari dan Imam Muslim tidak membawakannya.” Dan ini disepakati oleh Imam adz-Dzahabi. Syaikh al Albani berkata: “Hasan shahih,” sebagaimana terdapat dalam keterangan Fiqhus-Sirah, karya al Ghazali, halaman 107-108. Lihat as-Siratun-Nabawiyah fi Dhau-il Mashadiril-Ashliyyah, Doktor Mahdi Rizqullah Ahmad, halaman 186.

Sumber: