Ikutan ngerayain hari valentine.. Dosa gak ya ??
26th January 2016

Ikutan ngerayain hari valentine.. Dosa gak ya ??

Mari kita mengupas hari valentine dari beberapa sisi...

Sisi pertama, bahwa merayakan hari Valentin adalah sunnah atau tradisi orang-orang kafir, yaitu tradisi masyarakat Roma para penyembah berhala, yang kemudian diikuti pula oleh orang-orang Nasrani. Sedangkan kita kaum muslimin dilarang mengikuti jejak langkah orang-orang kafir.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al Baqarah: 120)

Kedua, hari Valentin adalah hari raya orang-orang kafir, sedangkan kita kaum muslimin telah memiliki hari raya tersendiri yang telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu hari raya Idul Fitri, Idul Adh-ha, dan hari Jum’at. Dan Beliau membatalkan semua hari raya selain yang Beliau tetapkan.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَبْدَلَكُمُ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

"Sungguh, Allah Ta'ala telah memberikan ganti dengan yang lebih baik dari kedua hari itu, yaitu 'Idul Fithr dan 'Idul Adh-ha.”(HR. Nasa’i dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih)

Dalam hadits ini, Beliau menghapus dua hari raya yang biasa diperingati oleh orang-orang Anshar. Ketiga, merayakan hari Valentin terdapat bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, karena yang mengadakannya adalah masyarakat Roma penyembah berhala, kemudian orang-orang Nasrani. Sedangkan kita dilarang bertasyabbuh dengan mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, dan Thabrani dalam Al Kabir, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2831)

Ketiga, yang diperingati dan dikenang dalam hari raya Valentin adalah seorang pendeta bernama Valentin yang menurut sebagian cerita, bahwa ia adalah seorang yang menolak ketetapan raja Claudius II yang melarang pernikahan di kalangan tentara hingga ia pun dihukum mati, atau dihukum mati karena tetap berada di atas agama Nasrani saat raja memaksanya menganut agamanya yaitu menyembah berhala menurut cerita versi yang lainnya. Singkatnya, bahwa Valentin adalah nama seorang pendeta, lalu pantaskah seorang muslim memperingati dan mengenang seorang pendeta? Bukankah ini menunjukkan sikap wala’ (cinta dan membela) kepadanya? Padahal yang seharusnya ia kenang dan ia ikuti jejaknya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Ma’idah: 51)

Allah Subhaanahu wa Ta’ala juga menerangkan siapa yang berhak kita berikan wala (rasa cinta dan pembelaan) dalam firman-Nya,

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ - وَمَن يَتَوَلَّ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

“Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).- Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi walinya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS. Al Ma’idah: 55-56)..

Dari beberapa sisi penjelasan tersebut bisa dilihat bahwa memperingati hari valentine sangat bertentangan dengan Islam, so hukumnya haram ya sobat.. semoga Allah menjaga kita semua dari perbuatan dosa.


Ditulis oleh Muhammad Ash Shalih Al Utsaimin
Alih bahasa oleh Marwan Hadidi, M.Pd.I