Fatwa Ulama dalam Perayaan hari valentine
26th January 2016

Fatwa Ulama dalam Perayaan hari valentine

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya sebagai berikut:

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, wa ba’d:

Di akhir-akhir ini tersebar perayaan hari kasih sayang, terutama di kalangan para pelajar putri, padahal hal tersebut salah satu hari raya kaum Nasrani. Ketika itu, mereka memakai serba merah, baik pakaian maupun sepatunya, dan mereka saling tukar-menukar bunga berwarna merah. Kami harap Syaikh menjelaskan hukum memperingati hari tersebut, dan apa arahan Syaikh untuk kaum muslimin terhadap masalah ini .

-semoga Allah menjaga dan memelihara syaikh-?

Bismillahirrahmanirrahim

Jawab: Wa alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh. Memperingati hari kasih sayang tidak boleh karena beberapa alasan, yaitu:

Pertama : hari raya tersebut adalah hari raya bid’ah tidak ada dasar sama sekali dalam syariat.
Kedua : perayaan tersebut mengajak kepada rasa cinta yang menggelora.
Ketiga : perayaan tersebut menyibukkan hati dengan perkara-perkara hina yang menyelisihi petunjuk kaum.

salafush shalih radhiyallahu ‘anhum.

Oleh karena itu, tidak boleh menampakan sedikit pun syiar hari tersebut di zaman sekarang, baik dalam makanan, minuman, tukar-menukar hadiah, dan lain sebagainya.

Seorang muslim juga harus bangga dengan agamanya dan tidak boleh mudah mengekor kepada setiap orang yang mengajaknya.
Saya meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia melindungi kaum muslimin dari segala fitnah baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan agar Dia mengurus kita dengan bimbingan dan taufiq-Nya.



Ditulis oleh Muhammad Ash Shalih Al Utsaimin
Marwan Hadidi, M.Pd.I