Banci, diapakan ya ??
06th April 2016

Banci, diapakan ya ??

Banci atau dalam bahasa Arab disebut mukhannits artinya orang yang menyerupai wanita baik dalam tingkah lakunya, geraknya, gaya bicara, dsb. Jika tabiat asalnya seperti itu, maka ia tidak dicela tetapi ia wajib berusaha semampunya merubah sifat tersebut. Tetapi jika ia sengaja meniru wanita, maka ia telah berdosa besar karena akan mendapat laknat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَقَالَ أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ قَالَ فَأَخْرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُلَانًا وَأَخْرَجَ عُمَرُ فُلَانًا

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan dan wanita yang bertingkah laku seperti laki-laki. Beliau bersabda, “Keluarkanlah mereka dari rumahmu.” Ibnu Abbas berkata, “Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengeluarkan si fulan, dan Umar juga mengeluarkan si fulan.” (HR. Bukhari)

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عِنْدَهَا وَفِي الْبَيْتِ مُخَنَّثٌ فَقَالَ الْمُخَنَّثُ لِأَخِي أُمِّ سَلَمَةَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ إِنْ فَتَحَ اللَّهُ لَكُمْ الطَّائِفَ غَدًا أَدُلُّكَ عَلَى بِنْتِ غَيْلَانَ فَإِنَّهَا تُقْبِلُ بِأَرْبَعٍ وَتُدْبِرُ بِثَمَانٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلَنَّ هَذَا عَلَيْكُنَّ

Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sedang berada di dekatnya, ketika itu di rumah ada orang banci. Banci itu berkata kepada saudara Ummu Salamah, yaitu Abdullah bin Abi Umayyah, “Jika besok Allah memberikan kemenangan kepadamu terhadap Thaif, maukah kamu aku tunjukkan puteri Ghailan, karena ia nenghadap dengan empat anggota badannya dan membelakangi dengan delapan anggota badannya.” Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali orang ini masuk ke rumah kamu.” (HR. Bukhari)

Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui bahwa ternyata banci membawa mafsadat, yaitu bisa menyifati fisik wanita dan hal ini dapat membuat fitnah lelaki, maka mulai saat itu Beliau tidak mengizinkan banci masuk rumah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِمُخَنَّثٍ قَدْ خَضَّبَ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ بِالْحِنَّاءِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَالُ هَذَا فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَتَشَبَّهُ بِالنِّسَاءِ فَأَمَرَ بِهِ فَنُفِيَ إِلَى النَّقِيعِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَقْتُلُهُ فَقَالَ إِنِّي نُهِيتُ عَنْ قَتْلِ الْمُصَلِّينَ

Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang banci yang dihadapkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dimana ia telah mewarnai (kuku) kedua tangan dan kakinya dengan inai. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ada apa dengan orang ini?” Maka dikatakan, “Wahai Rasulullah, ia menyerupai wanita.” Maka Beliau memerintahkan agar orang tersebut dibawa dan diasingkan ke Naqi’ (pinggiran Madinah). Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita membunuhnya saja?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku dilarang membunuh orang-orang yang shalat.” (HR. Abu Dawud dan lainnya, lihat shahihul Jami’ no. 2502)


Marwan bin Musa