Riwayat Rasulullah

Menyegerakan berbuka, yakni ketika telah jelas tenggelam matahari

Menyegerakan berbuka, yakni ketika telah jelas tenggelam matahari

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : « لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ Dari Sahl bin Sa’ad, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Manusia tetap dalam kondisi baik selama mereka menyegerakan berbuka.” [Muttafaq 'alaih: 1957-2554]. Marwan bin

Kisah Menangisnya Batang Kurma di Masjid Nabawi

Kisah Menangisnya Batang Kurma di Masjid Nabawi

Pada tahun pertama hijrah ini disyariatkan adzan untuk pertama kalinya dengan lafazh yang kita dengar sekarang. Demikianlah, menurut pendapat yang râjih. Driwayatkan, saat ‘Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu bermimpi tentang lafazh-lafazh adzan lalu diceritakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Bilal

Kisah Awal Mula Dibangunnya Masjid Nabawi

Kisah Awal Mula Dibangunnya Masjid Nabawi

Setelah unta tunggangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan shalat. Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad bin Zurârah. Ketika tunggangan Rasulullah

Tempat Tinggal Pertama Rasulullah Sesampainya di Madinah

Tempat Tinggal Pertama Rasulullah Sesampainya di Madinah

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Quba selama 14 hari dan mendirikan masjid pertama setelah hijra, yaitu masjid yang biasa disebut dengan Masjid Quba', beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menuju Madinah. Ketika hendak memasuki Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim pesan kepada para pembesar Bani Najar,

Ketika Rasulullah Tiba di Quba Setelah Hijrah dari Makkah

Ketika Rasulullah Tiba di Quba Setelah Hijrah dari Makkah

Begitu terdengar keberangkatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah dari Makkah menuju Madinah, maka kaum Anshâr keluar dari rumah-rumahnya untuk menunggu kedatangan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menunggu kedatangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari pada hari masih pagi. Jika panas sudah terik, mereka pun kembali pulang

Melakukan shalat Dhuha

Melakukan shalat Dhuha

Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ « يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ

Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan Shalat Dhuha

Mengenai keutamaan shalat Dhuha, telah diriwayatkan beberapa hadits yang diantaranya sebagai berikut. Pertam: Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ

Juwairiyyah bin al-Hârits bin Abi Dhirar Radhiyallahu anha

Juwairiyyah bin al-Hârits bin Abi Dhirar Radhiyallahu anha

Oleh: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Juwairiyyah bin al-Hârits bin Abi Dhirar al-Mustaliqiyah. Dia merupakan tawanan pada perang Bani Musthaliq dan masuk dalam bagian (ghanîmah) Tsâbit bin Qais Radhiyallahu anhu. Tsâbit bin Qais Radhiyallahu anhu membebaskannya dengan syarat

Ummu Habîbah, Ramlah Radhiyallahu anha

Ummu Habîbah, Ramlah Radhiyallahu anha

Oleh: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr Nasab lengkapnya yaitu Ummu Habîbah, Ramlah bintu Abi Sufyân Shakhr bin Harb Radhiyallahu anha. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Ummu Habîbah Radhiyallahu anha yang bernama Ramlah bintu Abi Sufyân Shakhri bin Harbi al-Quraisyi al-Umawiyah. Ada yang mengatakan

Isra' dan Mi'Raj

Isra' dan Mi'Raj

Isrâ’ yaitu perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dimulai dari al-Masjidil-Haram sampai ke al-Masjidil-Aqshâ. Mi’râj yaitu perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik dari al-Masjidil-Aqshâ menuju Sidratul-Muntahâ (langit tertinggi). Peristiwa Isrâ’ dan Mi’râj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada