Riwayat Rasulullah

Bacaan pada shalat Subuh

Bacaan pada shalat Subuh

Pada shalat Subuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca surat yang panjangnya sekitar 60 sampai 100 ayat. Beliau pernah membaca surat Qaaf, surat Ar Ruum, surat At Takwir, dan pernah membaca surat Az Zalzalah di kedua rakaat shalat Subuh. Beliau juga pernah membaca surat mu’awwidzatain (Al Falaq dan

Bacaan pada shalat Ashar

Bacaan pada shalat Ashar

Adapun pada shalat Ashar, maka Beliau membaca separuh dari bacaan Beliau pada shalat Zhuhur yang panjang, demikian pula seukuran itu (shalat Zhuhur) ketika membaca pendek. Penulis: Marwan bin Musa

Bacaan Surat Pada Shalat Jum’at

Bacaan Surat Pada Shalat Jum’at

Pada shalat Jumat, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al Jumu’ah dan Al Munafiqun atau Al Ghasyiyah secara sempurna, dan membaca surat Al A’laa dan Al Ghasyiyah. Adapun membaca hanya akhir-akhir dari dua surat tersebut (Al Jumu’ah dan Al Munafiqun), yakni dari ayat “Yaa ayyuhalladziinaa aamanu...dst.” maka Beliau tidak pernah

Tentang Membaca Surat Tertentu Dalam Shalat

Tentang Membaca Surat Tertentu Dalam Shalat

Ibnul Qayyim menjelaskan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menentukan surat tertentu dalam shalatnya, -yakni tidak membaca selain surat itu saja- kecuali pada shalat Jum’at dan dua hari raya. Adapun semua shalat, maka sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam hadits Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari

Bacaan pada shalat Isya

Bacaan pada shalat Isya

Pada shalat Isya, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat At Tiin, dan pernah menyuruh Mu’adz membaca surat Asy Syams, Al A’laa, dan Al Lail pada shalat tersebut. Beliau pernah mengingkari Mu’adz ketika ia membaca surat Al Baqarah pada shalat Isya, yaitu seusai ia shalat bersama Beliau, lalu pergi

Bacaan pada shalat Maghrib

Bacaan pada shalat Maghrib

Adapun pada shalat Maghrib, maka petunjuk Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berbeda dengan yang dilakukan orang-orang sekarang yang hanya membaca surat-surat pendek. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membaca surat Al A’raf pada dua rakaat, pernah pula membaca surat Ath Thur, dan surat Al Mursalat. Abu Umar Ibnu Abdil

Cara Mengangkat Tangan Ketika Bertakbir Dalam Shalat

Cara Mengangkat Tangan Ketika Bertakbir Dalam Shalat

Ada beberapa riwayat tetang cara mengangkat tangan. Menurut jumhur (mayoritas ulama), hendaknya seseorang mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya, yakni ujung-ujung jarinya sejajar dengan bagian atas telinganya, kedua ibu jarinya sejajar dengan bagian bawah telinganya, sedangkan kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua bahunya. Imam Nawawi berkata, “Dengan cara seperti

Berdoa setelah tasyahhud akhir dan sebelum salam

Berdoa setelah tasyahhud akhir dan sebelum salam

Dianjurkan berdoa setelah tasyahhud dan sebelum salam sesuai yang ia inginkan berupa kebaikan dunia dan akhirat. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada mereka (para sahabat) tasyahhud, kemudian di akhirnya Beliau bersabda, “Kemudian hendaknya engkau pilih permintaan yang engkau kehendaki.” (HR. Muslim) Berdoa secara

Bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dianjurkan bagi seorang yang shalat bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat tasyahhud akhir, yaitu dengan menggunakan salah satu di antara bentuk shalawat seperti yang disebutkan di bawah ini: a. Dari Abu Mas’ud Al Badriy ia berkata, “Basyir bin Sa’ad pernah berkata, “Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kami bershalawat kepadamu,

Tasyahhud Awwal

Tasyahhud Awwal

Jumhur ulama berpendapat, bahwa tasyahhud awwal hukumnya sunah. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah langsung bangkit pada shalat Zhuhur yang seharusnya Beliau duduk. Ketika Beliau menyempurnakan shalatnya, maka Beliau melakukan sujud dua kali sebelum salam; dimana Beliau bertakbir pada setiap