Riwayat Rasulullah

Berdoa ketika singgah di suatu tempat

Berdoa ketika singgah di suatu tempat

عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيمٍ رضي الله عنها قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ « مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ Dari Khaulah binti Hakim radhiyallahu 'anha ia

Menentukan amir (ketua) safar

Menentukan amir (ketua) safar

Dalam suatu keadaan, seorang muslim dihadapkan pada kondisi dimana dia harus melakukan perjalanan jauh (safar). Diantara sunnah yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, hendaknya bersafar dengan lebih dari dua orang. Larangan safar sendirian ini terdapat dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi

Bertakbir (mengucap “Allahu Akbar”) ketika jalan menaik, dan bertasbih (mengucap “Subhaanallah”) ketika turun

Bertakbir (mengucap “Allahu Akbar”) ketika jalan menaik, dan bertasbih (mengucap “Subhaanallah”) ketika turun

Pintu-pintu kebaikan terbuka luas bagi umat Islam, pun demikian halnya ketika melakukan perjalanan (safar). Banyak sunnah teladan Rasulullah Shallallahu 'Alaih wa Sallam yang telah dicontohkan dalam keadaan safar. Diantara contohnya yaitu ucapan ketika menempuh jalan mendaki dan menurun: عَنْ جَابِرٍ ـ رضي الله عنه ـ قَالَ: كُنَّا إِذَا

Memulai datang ke masjid setelah pulang dari safar.

Memulai datang ke masjid setelah pulang dari safar

عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّى فِيهِ . Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila pulang dari safar, datang ke masjid dan shalat