Pernahkah Kita Galau Jika Tidak Bisa Bersama Nabi di Akhirat Kelak?
04th December 2017

Pernahkah Kita Galau Jika Tidak Bisa Bersama Nabi di Akhirat Kelak?

Mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan bagian dari aqidah. Wujud cinta seseorang kepada orang yang dicintainya yaitu diantaranya ingin selalu berdekatan dan bersama-sama.

Wujud cinta ini telah ditunjukkan oleh banyak sahabat yang ingin terus bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak hanya ketika hidup, namun juga nanti di akhirat kelak yaitu Menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga,

Sebagaimana telah disebutkan dalam riwayat berikut ini. Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu’anhu, beliau berkata,

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي

سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ

قَالَ:أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ , قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ

قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ “. رواه مسلم في ” صحيحه

Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku,
‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga’.
Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itu saja cukup ya Rasulullah’, jawabku.
Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika demikian, bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (dalam shalat)
‘” (HR. Muslim, no. 489).

Makna “menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga

Seseorang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga, tidak mengharuskan makna bahwa ia mendapatkan kedudukan di Surga yang sama persis dengan kedudukan yang dipersiapkan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau mendapatkan kedudukan di Surga yang khusus, yang kedudukan tersebut tidak untuk yang selainnya.

Yang dimaksud dengan menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga adalah bersama dengan beliau, dekat dengannya, melihatnya atau bertemu dengannya dan tidak berpisah dengannya.

Syaikh Muhammad Shaleh Al-Munajjid hafizhahullah berkata,

إذ المرافقة نفسها درجات ، فمن الناس من يتنعم بصحبته عليه الصلاة والسلام التامة ، وملازمته في الجنة ، ومن الناس من يتنعم بلقاء أو رؤية بحسب أعماله الصالحة .

Karena menemani (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga) itu sendiri bertingkat-tingkat, maka di antara manusia ada yang mendapatkan kenikmatan berupa menemani beliau ‘alaihish shalatu was salam dengan sempurna, dan dekat dengan beliau di Surga, Ada pula di antara mereka yang mendapatkan kenikmatan berupa berjumpa atau melihat beliau, (semua itu) sesuai dengan amal-amal salehnya” (Islamqa.info/ar/182700 ).

Ibnu ‘Allan Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

“( فقلت : أسألك مرافقتك في الجنة ) أي : أن أكون معك فيها قريباً منك ، متمتعاً بنظرك وقربك حتى لا أفارقك ، فلا يشكل حينئذٍ بأن منزلة ” الوسيلة ” هي خاصة به عن سائر الأنبياء فلا يساويه في مكانه منها نبيّ مرسل فضلاً عن غيرهم ؛ لأن المراد أن تحصل له مرتبة من مراتب القرب التام إليه ، فكنَّى عن ذلك بالمرافقة” .
انتهى من” دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين ” ( 1 / 392 ) .

(Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga”) maksudnya adalah agar aku bisa bersamamu, dekat denganmu, merasakan kenikmatan memandangmu dan berdekatan denganmu hingga aku tidak berpisah darimu. Dengan demikian, disini tidak ada kesulitan memahami bahwa kedudukan Al-Wasilah itu merupakan kedudukan khusus untuk beliau, para Nabi yang lainnya tidak mendapatkannya, sehingga tidak ada satu pun nabi yang diutus yang bisa menyamai beliau di dalam kedudukannya tersebut, apalagi selain para nabi. Karena yang dimaksud (dengan ‘menemani’ di sini) yaitu meraih satu tingkatan dari tingkatan-tingkatan kesempurnaan kedudukan ‘dekat dengan beliau’, maka diungkapkanlah hal ini dengan istilah ‘menemani’. (Dalilul Falihin: 1/392)

Demikian, semoga bermanfaat.


diadaptasi dari artikel di https://muslim.or.id/24889-menemani-rasulullah-shallallahualaihi-wasallam-di-surga.html